Terms of Service
Aturan penggunaan layanan infrastruktur NEXTIDEA. Terakhir diperbarui pada 22 August 2026.
1. Persetujuan Layanan Terkelola
Dengan melakukan provisioning VPS atau menggunakan API qirim.in di NEXTIDEA, Anda mengikat diri pada kontrak layanan profesional. Layanan kami didesain sebagai infrastruktur yang siap pakai untuk bisnis sah, startup, dan pengembang enterprise.
2. Acceptable Use Policy (AUP) VPS
Anda diberikan akses root penuh (full root access). Kami menerapkan Zero Tolerance Policy terhadap penyalahgunaan infrastruktur.
Tindakan berikut mengakibatkan Terminasi Sepihak Tanpa Refund:
- Phishing, penyebaran Malware, atau eksploitasi kerentanan (Hacking).
- Outgoing DDoS attacks atau network flooding.
- Hosting materi ilegal, eksploitasi anak, atau pelanggaran hak cipta berat.
- Spam email massal (Outbound Port 25 diblokir secara default).
3. Regulasi Gateway qirim.in
Infrastruktur qirim.in disediakan "as is" untuk otomatisasi operasional bisnis. Penggunaan API wajib mematuhi ketentuan dari Meta (WhatsApp).
NEXTIDEA hanya menyediakan pipa komunikasi (gateway). Kami tidak bertanggung jawab atas pemblokiran nomor (banned) yang diakibatkan oleh rasio report spam yang tinggi atau aktivitas blasting promosi tanpa opt-in pengguna.
4. Billing & Siklus Hidup Server
Layanan kami beroperasi dengan model prabayar (pre-paid). Kegagalan melakukan perpanjangan melewati batas tenggang (grace period) penagihan akan secara otomatis men-trigger isolasi jaringan (suspend).
Jika tagihan tetap tidak dilunasi 3 hari setelah periode suspend, instance server beserta seluruh datanya akan di-terminasi dan di-wipe dari sistem kami secara permanen untuk mengalokasikan sumber daya ke pengguna lain.
5. Service Level Agreement (SLA)
Kami menjamin ketersediaan infrastruktur jaringan dan komputasi sebesar 99.9% Uptime. Klaim kompensasi SLA dapat diajukan apabila downtime melewati ambang batas yang disepakati.
SLA tidak mencakup kelalaian konfigurasi oleh sistem administrator Anda (misal: mematikan servis krusial, kernel panic akibat salah update), atau gangguan ekstrem di luar kendali teknis wajar (Force Majeure).